Thursday, March 3, 2011

itemprop='blogPost' itemscope='itemscope' itemtype='http://schema.org/BlogPosting'>
Di sebuah rumah di Jazirah Arab 1400 tahun yang lampau:

Abdullah bin Abu Bakar RA baru saja melangsungkan pernikahan dengan Atikah binti Zaid, seorang wanita cantik rupawan dan berbudi luhur. Dia seorang wanita berakhlak mulia, berfikiran cemerlang dan berkedudukan tinggi. Sudah tentu Abdullah amat mencintai istri yang sangat sempurna menurut pandangan manusia.

Pada suatu hari, ayahnya Abu Bakar RA lewat di rumah Abdullah untuk pergi bersama-sama untuk sholat berjamaah di masjid. Namun apabila beliau mendapati anaknya sedang bermesraan dengan Atikah dengan lembut dan romantis sekali, beliau membatalkan niatnya dan meneruskan perjalanan ke masjid.

Setelah selesai menunaikan sholat Abu Bakar RA sekali lagi melalui jalan di rumah anaknya. Alangkah kesalnya Abu Bakar RA saat beliau mendapati anaknya masih bersenda gurau dengan istrinya sebagaimana sebelum beliau menunaikan sholat di masjid. Kemudian Abu Bakar RA segera memanggil Abdullah, lalu bertanya :

”Wahai Abdullah, adakah kamu sholat berjemaah?”

Tanpa berhujjah panjang Abu Bakar berkata :

“Wahai Abdullah, Atikah telah melalaikan kamu dari kehidupan dan pandangan hidup malah dia juga telah melupakan kamu dari sholat fardhu, ceraikanlah dia!”

Demikianlah perintah Abu Bakar kepada Abdullah. Suatu perintah ketika Abu bakar mendapati anaknya melalaikan hak Allah. Ketika beliau mendapati Abdullah mulai sibuk dengan istrinya yang cantik. Ketika beliau melihat Abdullah terpesona keindahan dunia sehingga menyebabkan semangat juangnya semakin luntur.
Lalu bagaimana tanggapan Abdullah? Tanpa membuat dalih, Abdullah terus mengikuti perintah ayahandanya dan menceraikan istri yang cantik dan amat dicintainya. Subhanallah!!!

Dari kisah di atas, marilah kita sama-sama bertafakkur tentang hakikat dan bagaimana cinta sejati, tulus dan suci itu sebenarnya. Sesungguhnya perjalanan hidup manusia akan senantiasa dipenuhi dengan warna-warna cinta. Bahkan kita dapat ungkapkan bahwa kehadiran manusia di muka bumi ini disebabkan Allah SWT meletakkan sebuah perasaan di dalam jiwa manusia, dan dia adalah cinta.

Sebaliknya cinta juga mampu melahirkan pribadi-pribadi yang mengagumkan.
Pribadi yang tak takut kehilangan suatu apa pun walau ia amat cinta pada sesuatu.
Namun kerena cinta yang hadir dipenuhi dengan nuansa keimanan, maka mereka rela mengorbankan apa saja yang mereka amat cintai demi memperoleh keridhaan Dzat Pemberi cinta.

Jiwa mereka tidak gundah gulana hanya kerena kehilangan cinta duniawi karena Allah sebagai Dzat pemberi ketenteraman pribadi-pribadi taat ini amat menyadari bahwa cinta hanyalah sebagai sarana mencapai tujuan.
Mereka yakin kenikmatan cinta tak ada artinya tanpa ada restu Allah sebagai Pemberi cinta. Maka yang mereka cari adalah ridha dan cinta kasih Allah, bukan cinta yang bersifat sementara.

Kisah Abdullah putera Abu Bakar RA menjadi contoh kematangan pemuda yang mengenal arti cinta. Bayangkan!! Dia memiliki isteri yang amat cantik, berakhlak mulia, berkedudukan tinggi dan berharta. Namun saat ayahandanya memerintahkan untuk menceraikan isterinya, dengan alasan isterinya telah melalaikan Abdullah dalam menunaikan hak Allah seterusnya akan membuat Abdullah lalai dari berjihad di jalan Allah. Maka apa reaksi Abdullah? Tidak!! Abdullah tidak marah langsung pada ayahnya. Atau berusaha mengambil pedang dan ingin memenggal kepala si ayah yang berusaha memisahkan jalinan cinta yang memang sudah sah itu. Sekali lagi tidak!! Pemuda yang bernama Abdullah melihat perintah itu dengan kacamata cinta yang diberikan Allah. Ia rela menceraikan isteri yang dicintainya demi mempererat hubungan cinta dengan Allah. Subhanallah.. Masih adakah pemuda-pemuda seperti peribadi Abdullah di zaman globalisasi kini?

Begitulah cinta....
Ia mampu melambungkan manusia pada derajat kemuliaan yang tak terhingga....
Manakala frekuensi atau gelombang cintanya juga sudah selaras dengan frekuensi atau gelombang cinta yang Allah kehendaki....
Semuanya akan senada seirama, tak ada dengung sumbang, tak ada nada ternoda.... Demikian indah dan asli irama cinta sejati....

Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan dihiasi dengan cinta dan kasih sayang yang memperhalus hati memperindah kehidupan, tetapi cinta ini pula yang tak jarang membuat orang dililit nestapa duka lara bahkan berperilaku hina dan nista..

Cinta manakah yang benar benar membawa berkah?

Cinta yang membawa berkah adalah cinta yang dibalut karena hati takut kepada Allah semata,

Sedangkan cinta yang membawa nista adalah cinta yang berbaur hanya dengan nafsu syahwat belaka..

Oleh karena itu keindahan cinta akan terasa jikalau ijab qobul menjadi pengokoh cinta di jalan yang Allah ridhoi..

Saudara/i-ku waspadalah terhadap cinta yang tidak diridhoi oleh Allah dan pilihlah cinta yang disukai yang membawa kepada rahmat dan kemuliaan di sisi Allah..

Tuhan dulu pernah aku menagih simpati kepada manusia yang apa jiwa buntu, lalu terlilitlah aku dilorong gelisah, luka hati yang berdarah kini jadi kian parah, semalam sudah sampe kepenghujungnya, kisah seribu duka kuharap sudah berlalu.. tak ingin lagi ku ulangi kembali, kerap dosa yang mengiris hati..

Tuhan dosaku menggunung tinggi tapi rohmatMu melangit luas, harga selautan syukurku hanyalah setitik nikmatMu di bumi..

Tuhan walau tobat sering kumungkir, namun pengampunanMu tak pernah bertepi, bila selangkah ku rapat padaMu, seribu langkah Kau rapat pada ku



trimakasih atas segala yang telah engkau berikan pada hambamu ini dan teman ham yang selalu minta  perlindungan rahmat mu.......amiiin!!!

itemprop='blogPost' itemscope='itemscope' itemtype='http://schema.org/BlogPosting'>

Berbagi Keindahan Cinta

Manusia dalam dirinya di anugerahi rasa cinta. Cinta inilah yang memberikan manusia daya hidup dan perjuangan. Dengan cinta, manusia membangun keharmonian hidup bersama manusia lainnya. Dengan cinta, manusia membina hubungan rumah tangga. Bolehkah dibayangkan bagaimana membangun keluarga tanpa cinta, maka yang timbul adalah kegundahan dan kegelisahan. Dengan cinta pula, manusia mengabdi kepada Tuhannya.
Manusia yang hidup tanpa memiliki rasa cinta, maka hidupnya di penuhi benci dan dendam. Manusia tanpa rasa cinta, maka yang muncul adalah keegoan. Dengan cinta, manusia dapat melangsungkan hidup dengan kegembiraan dan kepuasan. Cintalah yang memberikan tenaga pada manusia untuk melaksanakan tujuan hidupnya. Cinta pula yang memberikan ghairah dan semangat hidup pada manusia.
Namun dengan cinta pula, manusia dapat terjerumus dalam lembah kenistaan, iaitu ketika manusia cinta dunia dan kekuasaan. Cinta dunia inilah yang membawa manusia pada titik nadir kemanusiaan, manusia kehilangan spiritualiti kerana cinta pada kebendaan. Manusia kehilangan ruh kemanusiaannya menjadi seperti haiwan, kerana manusia telah teramat cinta pada kebutuhan jasmani semata, maka manusia seperti ini bagaikan binatang. Ia hanya mengumbar syahwat jasmani saja, inilah yang terdapat pada haiwan. Cinta pada kekuasaan membawa manusia pada tirani bagi manusia lain.Tidak tertebar lagi rasa cinta lagi pada manusia, yang ada adalah nafsu berkuasa.
Sesungguhnya cinta manusia dapat dibagi menjadi dua: “cinta sejati” (‘isyq haqiqi), atau cinta pada Tuhan; dan “cinta tiruan” (‘isyq majazi), atau cinta terhadap segala lain-Nya. Tapi, dalam pengujian yang lebih dekat, orang melihat semua cinta sesungguhnya adalah cinta pada Tuhan, kerana segala sesuatu adalah pantulan dan bayang-bayang-Nya. Sedangkan, adanya perbezaan antara dua jenis cinta tersebut lantaran orang memahami yang ada hanyalah Tuhan dan cinta untuk-Nya semata. Sedangkan cinta pada yang lainnya, kerana meyakini adanya keterlepasan eksistensi dari-Nya atas segala objek keinginan yang dicintai, dan tidak mengarahkan pada hubungan cinta terhadap-Nya.
Padahal cinta kepada yang selain-Nya tapi berasal dari-Nya, akan membawa orang kepada-Nya. Setiap objek keinginan dari orang perorangan akan menunjukkan kepalsuannya, dan orang akan mengalihkan cintanya. Namun, bagaimanapun juga setiap hasrat (cinta) tidak akan menemukan Kekasih Sejati kecuali setelah kematian, manakala ia sudah terlambat untuk menutup jurang keterpisahan. Pada saat itu, sesal kemudian tidak berguna, kerana dalam hidupnya, manusia seperti ini telah memberikan cintanya pada selain Tuhan. Bagi seorang Sufi, hanya ada satu Yang Tercinta; dia melihat bahawa semua cinta “palsu”, beku dan tidak nyata selain kepada Tuhan.
Dalam konteks ini, Rûmî menerangkan hakikat keindahan cinta sejati secara ringkas dan jelas: Keindahan adalah setetes air yang berasal dari Lautan yang tak berbatas, atau sebuah cahaya yang memantul pada dinding. Semua keindahan berasal dari dunia lain, yang ada di sini hanyalah kesementaraan dan pinjaman. Keindahan yang sesungguhnya hanya ada pada Tuhan.
Seperti juga yang diungkapan Rûmî: Keindahan wang palsu itu adalah sesuatu yang terpinjam, di balik kecantikannya tersimpan kepalsuannya.
Dari perkataan Rûmî bahawa cinta pada kecantikan dunia merupakan cinta palsu. Cinta seperti ini hanya menghasilkan tujuan semu bagi manusia. Jika manusia mengejar dunia, manusia seperti mengejar fatamorgana, yang jika dikejar maka ia tidak akan pernah terpegang. Kerana akan menghilang begitu kita sampai di dekatnya. Begitu juga dengan cinta manusia pada dunia, manusia tidak akan pernah puas untuk terus memperbanyak harta dunia.
Sebuah syair yang diungkapkan oleh Rûmî yang menggambarkan tentang cinta dunia berbunyi:
Manusia merasakan cinta, derita, rasa sakit, dan segala hasrat yang seandainya sekalipun seratus dunia telah menjadi miliknya, ia tetap terus mencari, tidak pernah istirehat atau merasakan ketenangan. Orang-orang seperti ini menyibukkan diri sepenuhnya dengan segala kemampuan,keahlian, dan kedudukan; mereka mempelajari astronomi, ubat-ubatan, dan lain sebagainya, tapi mereka tidak pernah memperoleh rasa tenteram, sebab tujuan mereka belum tercapai. Adapun Yang Tercinta, bagaimanapun juga, adalah “ketenteraman hati,” kerana hati mencapai tujuan melalui-Nya. Maka, bagaimana mungkin ia menemukan ketenteraman dan kedamaian melalui yang lain?
Inilah keindahan yang menimbulkan cinta palsu adalah dunia ini. Pada kecantikannya terdapat kepalsuannya. Jadi jika manusia ingin mendapatkan cinta sejati ialah cinta pada Tuhan, yang telah memberikan cinta dan keindahan itu. Manusia tidak terpesona oleh keindahan pantulan-Nya yaitu keindahan dunia ini. Dalam sebuah syairnya Rûmî juga berujar:
Cinta adalah Sifat Tuhan, yang tidak membutuhkan apapun, cinta pada selain-Nya adalah palsu.
Tuhan adalah mata air cinta, sebagaimana Dia adalah sumber segala yang ada. Tapi apa makna “Tuhan adalah Cinta “? Kenyataan bahawa begitu banyak ayat al-Quran menyatakan Cinta adalah Sifat Tuhan. Kerananya, sering disebut-sebut dalam Kitab Suci itu, Tuhan “mencintai” sesuatu. Para Sufi biasa mengutip ayat berikut ini, yang berbicara tentang hubungan hierarki antara Cinta Tuhan kepada manusia kepada-Nya, yang terakhir bermuara dari yang pertama:
“Tuhan akan mendatangkan suatu kaum yang Dia mencintai mereka dan mereka mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang Mukmin, dan keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan-Nya dan tidak risau oleh celaan orang-orang yang suka mencela” – al-Maidah: 54
Kecintaan manusia pada Tuhannya merupakan cinta sejati. Sedangkan kecintaan manusia pada dunia merupakan cinta tiruan. Jika manusia lebih mencintai dunia, maka ia sebenarnya telah mendekatkan dirinya pada jurang kehancuran. Manusia telah membuang percuma waktu di dunia untuk mencinta yang palsu dan tidak hakiki.
Menurut Husain Mazhahiri ada lima ciri orang cinta pada dunia. Pertama, keadaan mewah. Hal ini menunjukkan tenggelamnya seseorang dalam kecintaan kepada dunia. Keadaan ini jika sampai menguasai manusia, maka ia akan mendorongnya untuk bersikap zalim dan angkuh, dan kemudian manusia itu akan mendapatkan kecelakaan dan kehancuran. Keadaan mewah menyebabkan yang bersangkutan tenggelam dalam syahwat dan kenikmatan-kenikmatan duniawi, yang pada akhirnya mengiringnya menuju sikap lalim dan mendustakan para Nabi. Allah berfirman: “Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, kerana dia melihat dirinya serba cukup.” – al-‘Alaq:6
Ciri kedua ialah sikap berlebih-lebihan dan membazir. Mereka yang berlebih-lebihan dan bergaya hidup mewah, ialah orang-orang yang tenggelam dalam kecintaan kepada dunia. Al-Quran al-Karim mencela mereka dengan keras dan menyifati mereka sebagai saudara-saudara syaitan. “Sesungguhnya orang-orang yang mengerjakan hal-hal yang berlebihan (mubazir), mereka adalah saudara-saudara setan.” al-Isra:27
Sedangkan yang ketiga adalah ketergantungan hati kepada hal-hal duniawi yang bersifat mubah. Yakni manusia tergantung kepada harta, makan, kenyamanan, seks, dan sebagainya. Salah satu contoh ketergantungan kepada dunia ialah merokok. Merokok berbahaya bagi kesihatan badan, begitu juga bagi kesihatan ruhani dan keselamatan masyarakat. Dengan melepaskan ketergantungan dari hal-hal duniawi yang bersifat mubah, maka ia telah menjadi orang yang mampu mengendalikan dirinya. Pengendalian diri merupakan penyangga dari terjerumus pada dosa.
Dengan mengendalikan diri dari kecintaan terhadap dunia akan membawa manusia pada nilai-nilai kecintaan sejati. Sebuah cinta sejati pada Tuhan. Sedangkan kecintaan manusia pada dunia ini merupakan cinta palsu, cinta yang tidak abadi. Jika manusia sepanjang hidupnya hanya memikirkan kecintaan pada dunia sesungguhnya hidup manusia adalah sia-sia belaka. Kerana apa yang dikejarnya merupakan fatamorgana.
Manusia yang ingin mendapat keindahan cinta, kebahagian hakiki, dan keselamatan abadi, maka manusia harus memberikan cintanya pada yang Maha Indah, Maha Hakiki dan Maha Abadi iaitu Allah. Dengan kecintaan pada Tuhan ini, manusia akan mendapatkan kebahagiaan dan keselamatan hidup yang hakiki, kerana manusia telah mencintai yang memang patut dicintai.Semoga kita tidak salah menaroh cinta ya....

Sunday, February 27, 2011

itemprop='blogPost' itemscope='itemscope' itemtype='http://schema.org/BlogPosting'>

Kehidupan yang hakiki

hidup ini bagai kan lampu didinding,yang menyinari di malam hari.
kalau minyaknya habis dia kan padam sendiri.
begitu juga dengan kehidupan manusia,sekuat apa pun kita itu semua tiada gunanya kalau waktu nya sudahtiba.dan sebab itu marilah kita manfa'at kan waktu yang masih diberi.untuk menuju jalan kehidupan yang hakiki.aminn ya robbill 'alaminn

Friday, February 25, 2011

itemprop='blogPost' itemscope='itemscope' itemtype='http://schema.org/BlogPosting'>

Mutiara cinta

Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendo'akannya walaupun dia tidak berada disisi kita.

Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi, jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan Kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya. Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia tersebut.

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh,
penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat.

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah
mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.

Seandainya kamu ingin mencintai atau memiliki hati seorang gadis, ibaratkanlah seperti menyunting sekuntum mawar merah. Kadangkala kamu mencium harum mawar tersebut, tetapi kadangkala kamu terasa bisa duri mawar itu menusuk jari.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi.

Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehingga kamu kehilangannya.
Pada saat itu, tiada guna penyesalan karena perginya tanpa berkata lagi.

Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya.
Kisah silam tidak perlu diungkit lagi, kiranya kamu benar-benar mencintainya setulus hati.

Hati-hati dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta PALSU.

Kemungkinan apa yang kamu sayangi atau cintai tersimpan keburukan didalamnya dan kemungkinan
apa yang kamu benci tersimpan kebaikan didalamnya.

Cinta kepada harta artinya bakhil, cinta kepada perempuan artinya alam, cinta kepada diri artinya bijaksana,
cinta kepada mati artinya hidup dan cinta kepada Tuhan artinya Takwa.

Lemparkan seorang yang bahagia dalam bercinta kedalam laut, pasti ia akan membawa seekor ikan.
Lemparkan pula seorang yang gagal dalam bercinta ke dalam gudang roti, pasti ia akan mati kelaparan.

Seandainya kamu dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam, tetapi tidak mempunyai
perasaan cinta dan kasih, dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekedar canang yang gemericing.

Cinta adalah keabadian ... dan kenangan adalah hal terindah yang pernah dimiliki.

Siapapun pandai menghayati cinta, tapi tak seorangpun pandai menilai cinta karena cinta bukanlah suatu
objek yang bisa dilihat oleh kasat mata, sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan.

Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan
meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dahsyatnya cinta.

Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya menjadi
gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan didalam dirinya.

Kamu tidak akan pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. Namun apabila sampai saatnya itu,
raihlah dengan kedua tanganmu dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya.

Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut kemulut tetapi cinta adalah
anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.

Bercinta memang mudah, untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang sangat kita cintai
 itulah yang sukar diperoleh.

Jika saja kehadiran cinta sekedar untuk mengecewakan, lebih baik cinta itu tak pernah hadir..Selamat membaca Dan memahami arti cinta

Thursday, February 24, 2011

itemprop='blogPost' itemscope='itemscope' itemtype='http://schema.org/BlogPosting'>

Puisi-puisi Kahlil Gibran Tentang Waktu, Cinta dan Persahabatan

WAKTU

Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.
Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.
Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.

Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.

Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?
Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?
Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan.




PERSAHABATAN

Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?..Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.
Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.


CINTA

mawarAKU bicara perihal Cinta????…
Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,
Walau jalannya sukar dan curam.
Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya.
Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.
Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.
Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.
Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia

kan menyalibmu.
Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu, demikian pula dia ada untuk pemanakasanmu.
Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.
Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.
Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.
Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.
Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.
Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.
Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar;
Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.
Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.
Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta, supaya bisa kaupahami rahasia hatimu, dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.
Namun pabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.Maka lebih baiklah bagimu kalau kaututupi ketelanjanganmu dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.
Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa, tapi tak seluruh gelak tawamu, dan menangis, tapi tak sehabis semua airmatamu.
Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.
Cinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki; Karena cinta telah cukup bagi cinta.
Pabila kau mencintai kau takkan berkata, “Tuhan ada di dalam hatiku,” tapi sebaliknya, “Aku berada di dalam hati Tuhan”.
Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta, sebab cinta, pabila dia menilaimu memang pantas, mengarahkan jalanmu.
Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya. Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan, biarlah ini menjadi aneka keinginanmu: Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali, yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.
Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.
Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;
Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.
Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;
Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;
Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu dan sebuah gita puji pada bibirmu.

Monday, February 21, 2011

itemprop='blogPost' itemscope='itemscope' itemtype='http://schema.org/BlogPosting'>

Cinta bersilaturahmi sesama

Setiap apa yang kta lakukan akan kembali pada kita sendiri.begitu jga dengan mencintai,kalau kta mencintai dngan sepnuh hati..kta akan di cintai oleh orang dengan sepenuh hati jga...begitu juga dengan Allah,kalau kita mencintai dengan sepnuh hati kita,Allah akan selalu ada buat kita.percayalah apapun yang kita minta Allah akn berikan semua nya kepada kita.sebagai mana kita juga..klau kita lakukan hal yang baik ke pada kita pasti kita akan senang pada orang yang telah berbuat baik pada kita.kalau kita udah merasa senang.apa yang di minta nya insyallah kita akn.berikan juga kan...?begitu juga hal nya dengan Allah....jadi berkasih sayaang lah sesama kita,karna orang yang suka menjalin silaturahmi ia akan di tambah kan rezekinya.....Amiin ya robball'alamin..

Thursday, February 17, 2011

itemprop='blogPost' itemscope='itemscope' itemtype='http://schema.org/BlogPosting'>

ARTI KEAGUNGAN CINTA

Cinta itu seperti kupu-kupu.
Tambah dikejar, tambahlari.
Tapi kalau dibiarkan terbang,
dia akan datangdisaat kamu tidak mengharapkannya.
Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikinsedih,
tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepadaseseorang yang menghargainya.
Jadi jangan terburu-buru dan pilih yang terbaik.
Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang \"sempurna\"bagi seseorang.
Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri.
Cinta bukan \"Ini salah kamu\", tapi \"Ma\'afkan aku\".
Bukan \"Kamu dimana sih?\", tapi \"Aku disini\".
Bukan \"Gimana sih kamu?\",tapi \"Aku ngerti kok\".
Bukan \"Coba kamu gak kayak gini\",tapi \"Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya\".
Jangan pernah bilang \"I love you\" kalau kamu tidakperduli.
Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada.
Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal ituakan menghancurkanhatinya.
Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamulakukan hanya berbohong.
Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada oranglain
adalah membiarkannya jatuh cinta,
sementara kamutidak berniat untuk menangkapnya...!
Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur
berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun
berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama
kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama
lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.
Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu
inginkan dan menyayat sedalam yang kamu ijinkan. Yang
berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan
dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya.
Caranya jatuh cinta: jatuh tapi janganterhuyung-huyung,
konsisten tapi jangan memaksa,
berbagi dan jangan bersikap tidak adil,
mengerti dancobalah untuk tidak banyak menuntut,
sedih tapi janganpernah simpan kesedihan itu.
Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang
berbahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi
kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagiabersama kamu.
Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah denganseseorang.
Lebih menyakitkan apabila kamu dilupakanoleh kekasihMu
tapi cinta akan lebih menyakitkan lagiapabila seseorang yang kamu sayangi..,
tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan.
Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan
seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa
dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan
banyak waktu untuk orang yang tidak pernahmenghargainya.
Kalau dia tidak \"worth it\" sekarang, dia tidak akan
pernah \"worth it\" setahun lagi ataupun 10 tahun lagi.
Biarkan dia pergi...
…sahabat sejati sahabat yg selalu mengrti setiap waktu...Renung kanlah sahabatku

 
cinta yang hakiki powered by blogger.com
Design by Simple Diamond Blogger Templates