Friday, February 11, 2011

itemprop='blogPost' itemscope='itemscope' itemtype='http://schema.org/BlogPosting'>

Mengais Keajaiban Cinta

Jika Anda memiliki anak pertama yang berumur 2.5 tahun, lahir setelah 17 tahun menikah, setelah Anda sembuh dari kemandulan. Anak Anda tersebut mengalami:
  • bermasalah dalam pembuluh darah di liver,
  • jantung berhenti berdetak selama 45 menit,
  • pendarahan hebat yang membuat jantungnya berhenti berdetak untuk yang kedua kali
  • pendarahan di liver, sembuh, pendarahan lagi berulang-ulang sampai 6 kali,
  • tumor dan radang otak,
  • radang ginjal,
  • radang pada selaput kristal yang mengitari jantung,
penyakit tersebut hadir silih berganti, terus menerus dalam waktu 6-8 bulan…, Apa yang Anda lakukan?
Dr. Muhammad bin Abdurrahman Al ‘Arifi dalam bukunya ‘Jangan Takut Sakit’ (hal 111-117, penerbit Fawaid, -dengan sedikit penyesuaian) menuturkan sebuah kisah:

Dr. Abdullah bercerita,
“Ada seorang perempuan yang datang kepada saya dengan menyeret langkah-langkah kakinya, ia menggendong anaknya yang tersiksa oleh penyakit.
Ia adalah seorang ibu yang berusia mendekati empat puluh tahun. Ia memeluk anaknya yang masih kecil ke dadanya, seakan-akan anak tersebut adalah potongan tubuhnya. Kondisi anak itu memprihatinkan, terdengar satu dua tarikan nafas dari dadanya.
Saya bertanya kepada si ibu, ‘Berapa umurnya?’
Ia menjawab, ‘Dua setengah tahun.’
Kami melakukan pemeriksaan kepada anak itu, ternyata anak itu bermasalah dalam pembuluh-pembuluh darah di livernya.
Kami segera melakukan tindakan operasi kepadanya, dan dua hari setelah operasi, anak itu sudah sehat. Sang ibu pun tampak gembira dan riang.
Ketika melihat saya, ia bertanya, ‘Kapan anak saya boleh pulang dok?’
Tatkala saya hampir menulis surat keterangan pulang, tiba-tiba anak kecil itu mengalami pendarahan hebat di tenggorokannya, sehingga menyebabnya jantungnya berhenti berdetak selama 45 menit.
Kesadaran anak tersebut sudah hilang. Lalu para dokter berkumpul di dalam ruangannya. Beberapa jam telah berlalu, namun mereka tidak sanggup membuatnya tersadar.
Salah seorang teman saya segera mendatangi ibunya dan berkata kepadanya, ‘Kemungkinan anak Anda mengalami kematian otak (koma) dan saya mengira bahwa ia tidak memiliki harapan untuk hidup.’ Saya menoleh kepada teman saya tersebut sambil mencelanya karena ucapannya tersebut.
Lalu saya melihat kepada si ibu, demi Allah, perkataan teman saya itu tidak menambah selain ia mengucapkan, ‘Penyembuh adalah Allah, Pemberi kesehatan adalah Allah.’
Kemudian ia terus menerus membaca, ‘Saya memohon kepada Allah jika ada kebaikan pada kesembuhannya, maka sembuhkanlah ia.’
Setelah itu ia diam dan berjalan menuju sebuah kursi kecil, lalu duduk. Kemudian ia mengambil mushaf kecilnya yang berwarna hijau dan membacanya.
Para dokter pun keluar, saya juga keluar bersama mereka. Saya berjalan melewati anak itu, kondisinya belum berubah, sesosok tubuh yang terbujur kaku laksana mayat di atas tempat tidur putih. Lalu saya menoleh kepada ibunya, keadaannya juga masih tetap seperti sebelumnya.
Satu hari ia membacakan Al-Qur’an kepada anaknya; satu hari membacanya dan satu hari setelannya mendoakannya. Beberapa hari kemudian, salah seorang perawat perempuan memberitahu saya bahwa anak itu sudah mulai bergerak, saya langsung memuji Allah.
Saya berkata kepada si ibu, ‘Wahai Ummu Yasir, saya sampaikan kabar gembira kepada Anda bahwa keadaan Yasir mulai membaik.’
Ia hanya mengucapkan satu ucapan sambil menahan air matanya, ‘Alhamdulillah, Alhamdulillah.’
Dua puluh empat jam kemudian kami dikejutkan dengan kondisi si anak, ia kembali mengalami pendarahan hebat seperti pendarahan sebelumnya, dan jantungnya berhenti berdetak untuk kedua kalinya.
Tubuhnya yang kecil kelihatan lelah, gerakannya telah hilang. Salah seorang dokter masuk untuk melihat kondisinya secara langsung, lalu saya mendengarnya berucap, ‘Mati otak.’
Sang ibu terus menerus mengulang-ulang, ‘Alhamdulillah, atas setiap keadaan, penyembuh adalah Allah.’ Beberapa hari kemudian, anak itu sembuh kembali. Namun, baru berlalu beberapa jam, ia kembali mengalami pendarahan di dalam livernya, lalu gerakannya berhenti.
Beberapa hari kemudian ia sadar lagi, lalu kembali mengalami pendarahan baru, kondisinya aneh, saya tidak pernah melihat kondisi seperti itu selama hidup saya, pendarahannya berulang-ulang hingga enam kali, sedangkan dari lisan ibunya hanya keluar ucapan, ‘Segala puji bagi Allah, Penyembuh adalah Rabb-ku, Dia-lah Penyembuh.’
Setelah beberapa kali pemeriksaan dan pengobatan, para dokter spesialis batang tenggorokan berhasil mengatasi pendarahan, Yasir mulai bergerak-gerak lagi. Tiba-tiba, Yasir kembali diuji dengan bisul besar (tumor) dan radang otak.
Saya sendiri yang memeriksa keadaannya. Saya berkata kepada ibunya, .’Keadaan anak Anda mengenaskan sekali dan kondisinya berbahaya.’ la tetap mengulang-ulang ucapannya, ‘Penyembuh adalah Allah’
la mulai membacakan Al-Qur’an kepada buah hatinya. Setelah dua minggu, tumor itu tetap ada. Dua hari kemudian, anak tersebut mulai sembuh, kami memuji Allah karenanya.
Sang ibu bersiap-siap untuk pulang, namun satu hari kemudian, tiba-tiba anak tersebut mengalami radang ginjal parah yang dapat menyebabkan gagal ginjal kronis dan hampir menyebakan kematiannya.
Sementara si ibu tetap berpegang teguh, bertawakal dan berserah kepada Rabb-nya serta terus mengulang-ulang, ‘Penyembuh adalah Allah.’ Lalu, ia kembali ke tempatnya dan membacakan Al-Qur’an kepada anaknya.
Hari-hari berlalu, sedangkan kami terus berusaha memeriksa dan mengobati secara maraton hingga berlangsung sampai tiga bulan, kondisinya pun membaik, segala puji hanya bagi Allah.
Akan tetapi, kisah ini belum berhenti sampai di sini saja, si anak kembali diserang penyakit aneh yang belum pernah saya kenal selama hidup.
Setelah empat bulan, ia terserang radang pada selaput kristal yang mengitari jantung, sehingga memaksa kita untuk membuka sangkar dadanya dan membiarkannya terbuka untuk mengeluarkan nanah.
Ibunya hanya melihat kepadanya sambil berucap, ‘Saya memohon kepada Allah agar menyembuhkannya, Dia adalah penyembuh dan pemberi kesehatan.’ Lalu, ia kembali ke kursinya dan membuka mushafnya.
Terkadang saya melihat kepada ibu tersebut, sementara mushaf ada di depannya, ia tidak menoleh ke sekelilingnya. Kemudian saya masuk ke ruang refreshing, maka saya melihat banyak pasien dengan berbagai penyakit dan para penunggu mereka.
Saya melihat sebagian dari para pasien tersebut berteriak-teriak dan yang lainya mengaduh-aduh, sedangkan para penunggunya menangis, dan sebagian dari mereka berjalan di belakang para dokter.
Sementara ibu itu tetap berada di atas kursinya dan di depan mushafnya, tidak berpaling kepada orang yang berteriak dan tidak berdiri menghampiri dokter serta tidak berbicara dengan seorang pun.
Saya merasa bahwa ia adalah gunung, setelah berada selama enam bulan di ruang refreshing. Saya berjalan melewati anaknya, saya melihat matanya terpejam, tidak berbicara dan tidak bergerak, dadanya terbuka.
Kami mengira bahwa ini merupakan akhir kehidupannya, sedangkan sang ibu tetap dalam keadaannya, membaca Al-Qur’an. Seorang penyabar yang tidak mengeluh dan tidak mengaduh.
Demi Allah, ia tidak mengajak saya bicara dengan sepatah katapun dan tidak pula bertanya kepada saya tentang kondisi anaknya. Ia hanya berbicara setelah saya mulai mengajaknya bicara tentang anaknya tersebut.
Adapun usia suaminya sudah lebih dari empat puluh tahun. Terkadang suaminya menemui saya di dekat anaknya, ketika ia menoleh kepada saya untuk bertanya, istrinya menarik tangannya dan menenangkannya serta mengangkat spiritnya dan mengingatkannya bahwa sang Penyembuh adalah Allah.
Setelah berlalu dua bulan, keadaan anak tersebut sudah membaik, lalu kami memindahkannya ke ruangan khusus anak-anak di rumah sakit, kondisinya sudah mengalami banyak kemajuan.
Keluarganya pun mulai membiasakan kepadanya berbagai jenis terapi dan pelatihan. Setelah itu, anak tersebut pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki, ia melihat dan berbicara seakan-akan ia tidak pernah tertimpa sesuatu sebelumnya.
Maaf, kisah menakjubkan ini belum selesai, karena satu setengah tahun kemudian, ketika berada di ruang kerja saya, tiba-tiba suami wanita itu masuk menemui saya, sedangkan di belakangnya istrinya menyusulnya sambil menggendong bayi kecil yang sehat.
Ternyata si anak kecil itu sedang diperiksakan secara rutin di RS tersebut, mereka datang kepada saya untuk menyampaikan salam.
Saya bertanya kepada si suami, ‘Masya Allah, apakah bayi kecil ini adalah anak yang keenam atau ketujuh di dalam keluarga Anda?’ Ia menjawab, ‘Ini yang kedua, dan anak pertama kami adalah anak yang Anda obati setahun yang lalu. Ia merupakan anak pertama kami yang lahir setelah tujuh belas tahun kami menikah dan sembuh dari kemandulan.’
Saya menundukkan kepala, dan langsung teringat dengan gambaran ibunya ketika sedang menunggui anaknya. Saya tidak mendengar suara yang keluar darinya dan tidak melihat tanda kegelisahan pada dirinya.
Saya mengucap di dalam hati, ‘Subhanallah.’ Setelah tujuh belas tahun bersabar dan mencoba berbagai terapi kemandulan, lalu diberi rezeki dengan seorang anak laki-laki yang dilihatnya mati berkali-kali di hadapannya.
Akan tetapi, wanita tersebut hanya berpegang teguh pada kalimat ‘Laailaaha illallaah’ dan keyakinan bahwa Allah adalah Dzat Penyembuh dan Pemberi kesehatan. Subhanallah! Betapa besar tawakkal dan keimanan yang dimiliki wanita itu.”

Kisah di atas, meski bukan kisah para ulama, namun merupakan kisah nyata yang terjadi pada zaman kita.
Dimana posisi kita dibandingkan ibu dalam kisah tersebut?
Ya Allah, berilah kami kemudahan untuk bersabar, tawakkal, dan benar-benar berserah diri kepada-Mu, dalam setiap waktu, setiap keadaan, dan setiap tempat. Amiin.

Wednesday, February 9, 2011

itemprop='blogPost' itemscope='itemscope' itemtype='http://schema.org/BlogPosting'>

Kumpulan arti cinta.

Kumpulan arti cinta.

Cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling…. (saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi, saling pengertian dll). Cinta itu sendiri sama sekali tidak dapat dipaksakan, cinta hanya dapat brjalan apabila ke-2 belah phiak melakukan “saling” tersebut… cinta tidak dapat berjalan apabila mereka mementingkan diri sendiri. Karena dalam berhubungan, pasangan kita pasti menginginkan suatu perhatian lebih dan itu hanya bisa di dapat dari pengertian pasangannya.
Cinta adalah memberikan kasih sayang bukannya rantai. Cinta juga tidak bisa dipaksakan dan datangnya pun kadang secara tidak di sengaja. CInta indah namun kepedihan yang ditinggalkannya kadang berlangsung lebih lama dari cinta itu sendiri. Batas cinta dan benci juga amat tipis tapi dengan cinta dunia yang kita jalani serasa lebih ringan.
Cinta itu perasaan seseorang terhadap lawan jenisnya karena ketertarikan terhadap sesuatu yang dimiliki oleh lawan jenisnya (misalnya sifat, wajah dan lain lain). Namun diperlukan pengertian dan saling memahami untuk dapat melanjutkan hubungan, haruslah saling menutupi kekurangan dan mau menerima pasangannya apa adanya, tanpa pemaksaan oleh salah satu pihak. Berbagi suka bersama dan berbagi kesedihan bersama.
Cinta itu adalah sesuatu yang murni, putih, tulus dan suci yang timbul tanpa adanya paksaan atau adanya sesuatu yang dibuat-buat, Menurut saya pribadi cinta itu dapat membuat orang itu dapat termotivasi untuk melakukan perubahan yang lebihb aik daripada sebelum ia mengenal cinta itu. Cinta itu sesuatu yang suci dan janganlah kita menodai cinta yang suci itu dengan ke-egoisan kita yang hanya menginginkan enaknya buat kita dan ndak enaknya buat kamu. TIPS; untuk mengawetkan cinta dibutuhkan PENGERTIAN!
Suatu perasaan terdalam manusia yangmembuatnya rela berkorban apa saja demi kebahagiaan orang yang dicintainya. Pengorbanannya itu tulus, tidak mengharap balasan. Kalau misalnya memberi banyak hadiah ke seseorang tapi dengan syarat orang itu harus membalasnya dengan mau jadi kekasihnya, itu bukan cinta namanya. CInta tidak bisa diukur dengan materi ataupun yang berasal dari dunia fana. Dan percayalah… cinta terbesar biasanya selalu datang dari ibu kandung, bukan dari pacar (sebab cinta pacar bisa luntur suatu saat atau setelah menikah kelak).
Cinta, membuat bahagia, duka ataupun buta. Cinta itu penuh pengorbanan, kepahitan, keindahan dan kehangatan. Cinta adalah sebuah keinginan untuk memberi tanpa harus meminta apa-apa, namun cinta akan menjadi lebih indah jika keduanya saling memberi dan menerima, sehingga kehangatan, keselarasan dan kebersamaan menjalani hidup dapat tercapai. CInta adalah kata yang memiliki banyak makna, bergantung bagaimana kita menempatkannya dalam kehidupan. Ai wa atatakai koto da.
Cinta itu bisa membuat orang buta akan segalanya hanya demi rasa sayang terhadap sang kekasih. Kita juga tau apa maknanya cinta itu. Cinta psti bisa membuat orang merasakan suka dan duka pada waktu yang sama ketika kita berusaha mendapat kebahagiaan bersama. Jadi bukanlah kebahagiaan untuk kita sendiri. Meskipun demikian kita jangan samapi salah langkah agar tidak menuju kesengsaraan. Lakukanlah demi orang yang kamu kasihi agar kau tidak merasa sia-sia tanpa guna. Karena hal itulah yang membuat hidup menjadi lebih hidup (Losta Masta).
Cinta adalah perasaan hangat yang mampu membuat kita menyadari betapa berharganya kita, dan adanya seseorang yang begitu berharga untuk kita lindungi. CInta tidaklah sebatas kata-kata saja, karena cinta jauh lebih berharga daripada harta karun termahal di dunia pun. Saat seseorang memegang tanganmu dan bilang ” Aku cinta kamu…” pasti menjadi perasaan hangat yang istimewa! Karena itu, saat kamu sudah menemukan seseorang yang begitu berharga buat kamu, jangan pernah lepaskan dia! Namun adakalanya cinta begitu menyakitkan, dan satu-satunya jalan untuk menunjukkan cintamu hanyalah merlekan dia pergi.
Cinta itu adalah sebuah perasaan yang tidak ada seorangpun bisa mengetahui kapan datangnya, bahkan sang pemilik perasaan sekalipun. Jika kita sudah mengenal cinta, kita akan menjadi orang yang paling berbahagia di dunia ini. Akan tetapi, bila cinta kita tak terbalas, kita akan merasa bahwa kita adalah orang paling malang dan kita akan kehilangan gairah hidup. Dengan cinta, kita bisa belajar untuk menghargai sesama, serta berusaha untuk melindungi orang yang kita cintai, apaun yang akan terjadi pada kita. Ai ga kirei’n da!
Cinta merupakan anugerah yang tak ternilai harganya dan itu di berikan kepada makhluk yang paling sempurna, manusia. Cinta tidak dapat diucapkan dengan kata-kata, tidak dapat dideskripsikan dengan bahasa apaun. Cinta hanya bisa dibaca dengan bahasa cinta dan juga dengan perasaan. Cinta adalah perasaanyang universal, tak mengenalgender, usia, suku ataupun ras. Tak perduli cinta dengan sesama mansuia, dengan tumbuhan, binatang, roh halus,ataupun dengan Sang Pencipta. Lagipula, cintaitu buta. Buta sama degnan meraba-raba. Jadi… cinta itu meraba-raba…(^o^)/… meraba-raba isi hati yang dicinta…

Tuesday, February 8, 2011

itemprop='blogPost' itemscope='itemscope' itemtype='http://schema.org/BlogPosting'>

MAKNA CINTA KEHIDUPAN

(13) PEDOMAN HIDUP
Setiap insan sepanjang garis sejarah berada dalam pilihan titian
fujuurahaa atau wataqwaaha, dan semuanya tersaji karena
warna pilihan pedoman hidup yang menyelimuti pencinta.
Hakikat pedoman hidup bagi sang fitrah yang sanggup menyusup
memberikan sinar cahaya matahari abadi di lubuk hati
pikiran terdalam hanyalah Al Furqan.
Al Furqan bagai  istana yang memiliki sejuta pintu kebahagiaan
bagi setiap insan untuk memasukinya tanpa batas waktu
dan batas-batas diferensiasi-stratifikasi pencinta.
Al Furqan merindukan setiap insan yang hadir untuk tenggelam
disamudra hikmahnya tanpa busana penipuan diri pencinta.
Al Furqan bagaikan kurir yang sanggup menyajikan senyum cinta
abadi dengan beragam metode yang disukai pencinta, diapun bersumpah
akan setia membela pencinta di hadapan Pencinta jika
dia dijadikan sumber mata air pencari kebajikan diri.
Al Furqan bagaikan samudra hidup, luas, dalam dan tak bertepi,
dia pemberi roh dari Pencita untuk pencinta dalam
mengekspresikan sejuta  potensi dan kreativitas diri
Al Furqan akan menjadi senjata pamungkas, mata air kehidupan,
lentera suci, mercusuar-mahkota kemuliaan, apabila
pencinta meyakini dan ikhlas di garis  cintanya.
Ingatlah! Kami turunkan dia tahap demi tahap karena garis hidupmu
evolusionis, semuanya agar menjadi obat penawar gejolak
hati dan pikiranmu dalam meraih Kasih-Ku, tapi
dia tak berarti bagi  pencinta durjana.
Malang, Desember 2009.

(14) KETULUSAN


Dikala tangan kanan menjamah makna hidup, tangan kiri tak
merasakan gairahnya, itulah makna ketulusan.
Dikala karya tersaji di meja hidangan mata tak ingin melihat,
dikala prestasi puncak tergenggam selangkahpun tak
ingin menuju panggung juara, itulah ketulusan.
Kerelaan warna pengembaraan jiwa-raga pencinta yang
mengkikis bahagia atau derita tak tersisa demi
meraih Cahaya Kasih Pencinta, itulah hakikat ketulusan.
Kejujuran bagaikan buah mahkota ketulusan dan ketulusan adalah
sirnanya ambifalensi jiwa-raga dalam pengembaran cinta.
Dikala ambifalensi cinta bersemayam di lubuk  hati meskipun
hanya setitik, pencinta akan mewarnai sudut demi
sudut karyanya penuh noktah nafs kehinaan
Ingatlah! Ketulusan adalah salah satu kegaiban rahasia
Sang Pencinta, Dia akan titipkan ketulusan itu di sudut
lubuk hati setiap pencinta yang Dia Cintai.
Malang, Desember 2009
(15) DERITA HIDUP
Hakikat hidup kadang menjelma bagai kematian, demikian juga
hakikat kematian sejatinya adalah kehidupan sejati.
Ketika hidup tidak berdaya untuk singgah di kampung halaman
cinta Kekasih, itulah kematian hidup yang tak bermakna.
Wujud perjuangan pembebasan diri dari keterkungkungan segala
sudut ruang dan waktu dengan pola penuh energi nafs yang
terbingkai oleh kenikmatan maya itulah derita hidup.
Derita hidup hakikatnya tidak menyuguhkan makna rendahnya
segala atribut status elit yang melekat di tengah pusparagam,
tetapi bersentuhan dengan mind, self dan qalb yang tidak
sanggup mengabdi di istana Pencinta Abadi.
Punya mata tak mampu melihat segala warna kebajikan cinta-Nya,
punya telinga tak berdaya mendengar semua nyanyian suci
dari langit cinta-Nya, punya hati tak sanggup mengenali
diri untuk menyelam di kedalaman samudra cinta
Kekasih, itulah derita hidup tak kunjung usai.
Ingatlah!, Sepanjang hidupmu kan selalu bermandikan air mata
kesedihan bila kau tidak sanggup menyalakan cahaya hati
dan pikiran karena selalu melumuri sekujur
tubuhmu dengan air dan tanah.
Malang, Desember 2009
(16) HAKIKAT KESEDIHAN
Kebahagiaan dan kesedihan didesain bagai langit dan bumi, bagai
siang-malam dan bagai jiwa-raga dalam bingkai sejarah hidup.
Ketidakberdayaan wujud diri memaknai Kuasa Rabb dalam segala
makna dan realitas kesejarahan  itulah kesedihan.
Ketidakpahaman diri akan essensi qadha’ dan qadar dalam indahnya
warna pelangi dinamika insani itulah kesedihan sejati.
Ketidakmampuan diri menjaga rasa-karsa  untuk mewarnai bunga
cinta kehidupan terhadap cacian, hinaan dan fitnahan
dalam selimut Kekasih, itulah kesedihan.
Kebanggaan diri tak bertepi menjelajah nafas demi nafas dari pujian
dan sanjungan sesama itulah hakikat  kesedihan.
Kecintaan   yang terselimuti oleh ketidakpahaman makna kefanaan
realitas hidup dan pertanggungjawaban, itulah arti  kesedihan
Kesedihan bukan kemiskinan, bukan kegagalan, bukan pula derita
hidup, melainkan redupnya cahaya cinta dari pencinta tentang
makna cinta sejati di bawah cahaya Pencinta.
Ingatlah!, sedih dan bahagia menyatu pada tujuan dan fungsi
kehidupan untuk meraih ridha-Nya, karena sedih dan
bahagia sama-sama berpotensi mengangkat dan
menenggelamkan derajat pencinta di dua dunia.

selmat bergabung



Sunday, January 30, 2011

itemprop='blogPost' itemscope='itemscope' itemtype='http://schema.org/BlogPosting'>

pencari cinta hakiki

9 Siti yang patut dijadikan Tauladan

>> Tuesday, December 7, 2010

1) Siti Khadijah
Beliau merupakan isteri Rasulullah s.a.w yg melahirkan anak2 Rasulullah, setia dan menyokong Rasulullah walaupun ditentang hebat oleh org2 kafir dan musyrik, menghantarkan makanan kpd Baginda ketika Baginda beribadat di Gua Hira'.


2) Siti Fatimah

Anak Rasulullah yg tinggi budi pekertinya. Sangat kasih dan setia kpd suaminya Ali karamallahu wajhah walaupun Ali miskin. Tidur berkongsikan 1 bantal dan kdg2 berbantalkan lengan Ali. Rasulullah pernah b'kata aku takkan maafkan kamu wahai Fatimah sehinggalah Ali maafkan kamu.


3) Siti A'ishah

Beliau isteri Rasulullah yg paling romantik. Sanggup berkongsi bekas makanan dan minuman dgn Rasulullah. Di mana Nabi s.a.w minum di situ beliau akan minum menggunakan bekas yg sama.


4) Siti Hajar

Isteri Nabi Ibrahim yg patuh kpd suami dan suruhan Allah. Sanggup ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim atas suruhan Allah demi kebaikan. Berjuang mencari air utk anaknya Nabi Ismail (Pengorbanan seorg ibu mithali).


5) Siti Mariam

Wanita suci yg mmg pandai menjaga kehormatan diri dan mempunyai maruah yg tinggi sehingga rahimnya dipilih oh Allah s.w.t utk mengandungkan Nabi Isa.


6) Siti Asiah

Isteri Firaun yg tinggi imannya dan tidak gentar dgn ujian yg dihadapinya drpd Firaun Laknatullah.


7) Siti Aminah

Wanita mulia yg menjadi ibu kandung Rasullullah. Mendidik baginda menjadi insan mulia.


8) Siti Muti'ah

Isteri yg patut dicontohi dan dijanjikan Allah syurga untuknya kerana setianya kpd suami, menjaga makan minum, menyediakan tongkat utk dipukul oleh suaminya sekiranya layanannya tidak memuaskan hati, berhias dgn cantik utk tatapan suaminya sahaja.


9 ) Siti Zubaidah

Wanita kaya dermawan yg menjadi isteri Khalifah Harun Al-Rashid. Sanggup membelanjakan semua hartanya utk membina terusan utk kegunaan org ramai hanya niat kerana Allah s.w.t.


“Sesungguhnya seorang muslim apabila bertemu saudaranya yang muslim, lalu ia memegang tangannya (berjabat tangan) maka gugurlah dosa keduanya sebagaimana gugurnya daun-daun dan pohon kering jika ditiup angin kencang. Sungguh diampuni dosa mereka berdua, meski sebanyak buih dilaut”
(H.R. Tabrani)



p/s: Lepas ni siapa yang bernama Siti, jagalah perangai korang elok2 eyh, jangan wat malu kaum~ hehe.. ^__^''''....,,,smangat''''....,,,,,

Friday, January 28, 2011

itemprop='blogPost' itemscope='itemscope' itemtype='http://schema.org/BlogPosting'>

DiARy BiRu Zulmarwa

"Ketika Aku menciptakan seorang wanita,
ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa.
Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia;
namun,harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan."

"Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan
menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya."

"Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah,
dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan
tanpa mengeluh."

"Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan,bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya."

"Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya."

"Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahawa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu-ragu."

"Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dititiskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan ketika ia diperlukan."

"Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya,
susuk yang ia tampilkan,
atau bagaimana ia menyisir rambutnya.
Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya,
kerana itulah pintu hatinya,
tempat dimana cinta itu ada."
     amiiin!!!!!!

itemprop='blogPost' itemscope='itemscope' itemtype='http://schema.org/BlogPosting'>

UNTUK YANG TERCINTA

PESAN MORAL UNTUK ANAK BANGSA
” Anakku, lihatlah stupa di puncak candi itu, manis dan indah bukan? tetapi ketahuilah, bahwa stupa itu tak kan berada di puncak candi jikalau tidak ada batu-batu dasar yang mendungkungnya. itulah ibaratnya rakyat jelata, itulah gambaran para budak dan hamba sahaya para raja. Oleh sebab itu, jikalau Tuhan memang mentakdirkan dirimu menjadi raja, janganlah kau lupa kepada rakyat jelata yang menaikkan dirimu ke atas puncak dari segala puncak kemegahan kerajaan warisan nenek moyangmu. Cintailah dan hargailah sesamamu, terutama rakyatmu yang menderita dan memerlukan uluran tanganmu”.
“Ayah dan bunda, mohon ampun bila keputusan saya tak sesuai dengan keinginan ayah-bunda, namun demi pertimbangan kemanusiaan: saya berkeberatan untuk menerima mahkota dan singgasana kerajaan”.
“Bagi saya tidaklah penting siapa yang duduk di atas singgasana dan menjadi raja, sebab kunci pelepas kesengsaraan kaum pribumi, yaitu seluruh bangsa kita tidak terletak pada soal: siapa yang menjadi raja, namun jawaban atas satu pertanyaan: siapakah yang mau berjuang membebaskan bangsa kita dari kemiskinan, kebodohan, keruwetan dan segala permasalahan ini”.

itemprop='blogPost' itemscope='itemscope' itemtype='http://schema.org/BlogPosting'>

Surat Cinta Buat Isteriku

Oleh : Pahrol Mohamad Juoi* Editor : NuurZaffan
Ke ribaan isteriku yang tersayang…
 
Sayang, aku tenang di sini kerana ku yakin kau telah menerima hakikat ini dengan tabah dan bijaksana. Hentikan tangisanmu di sana. Demi ketenanganku di sini. Yakinlah, perpisahan sebenar bukan kerana jaraknya destinasi. Tetapi oleh retaknya hati.

Perpisahan ini, insya-Allah akan menyuburkan cinta… sekiranya kita menerimanya sebagai satu didikan Allah. Yakinlah, kita akan bertemu dalam suasana yang lebih indah dan manis. Perpisahan ini adalah mahar buat saat yang indah itu.

Semoga perpisahan ini menguatkan jiwaku. Tiadalah ubat jiwa yang paling mujarab kecuali mencintai Allah. Dan dengan cinta itu nanti semuga kita saling menyintai kerana Allah – cinta yang lebih suci.

Kita dipaksa berpisah untuk “dijemput” ke daerah tauhid dan syariat-Nya. Selama ini kita terlalu banyak berlakon-lakon dan bermain-main dengan pelbagai alasan dan kemalasan. Aku pasrah dengan “paksaan” ini walaupun suntikannya terlalu sakit, ubatnya pahit.

Sayangku,
Hadapilah kenyataan yang sudah termaktub sejak azali ini. Kesedihan dan air mata tidak akan meredakan hati apalagi menyelesaikan masalah. Aku sentiasa berdoa untukmu.

Ya Allah…
Ampunilah dosa-dosa isteriku dan memaafkan semua kesalahannya. Kuatkanlah iman dan taqwanya… dengan Kau suburkan selalu dihatinya rasa hina, berdosa, jahil, lemah, miskin, berharap terhadap-Mu.

“Ya Rahim…
Berilah dia kekuatan dan kesabaran dalam mendidik anak-anak kami. Agar ditangannyalah nanti tertempa zuriat yang soleh dan solehah. Bimbinglah kemarahannya, kebijaksanaannya, kesabarannya, kelembutannya, hukumannya dan segala-galanya dengan seimbang, agar dia terdidik untuk mendidik.”

“Ya Rahman…
Maniskanlah akhlak isteriku semanis wajahnya. Hiasilah kata-kata dari lidahnya dengan kebenaran dan kelembutan, seperti Kau telah hiasi matanya dengan kecantikan. Berilah kecantikan dan keindahan hakiki dengan limpahan taqwa yang sejati.”

“Ya Rabbi…
Lembutkan hati isteriku agar mudah ia mengadu-ngadu pada-Mu. Lenturlah jiwanya agar ia mudah merayu-rayu dan meminta-minta pada-Mu. Haluskanlah perasaannya agar dia mampu menangis dan merintih-rintih pada-Mu. Hancur dan remuk-redamlah dirinya dalam menerima didikan-Mu kerana di situlah pengiktirafan dia sebagai hamba-Mu.”

Sayang,
Ramai pasangan berpisah kerana putus cinta. Namun lebih ramai yang terpisah kerana terlalu cinta. Bila cinta makhluk membelakangi cinta Allah, maka cinta itu akan kehilangan daya untuk bercinta sesamanya. Ia akan layu, kesepian dan keseorangan. Pada cinta yang ilusi begini… pertemuan adalah perpisahan. Tapi bila cinta itu cinta hakiki, berpisahkanpun masih bertemu.

Justeru, perpisahan ini untuk menyelamatkan. Perpisahan ini adalah mehnah yang akan menguatkan kembali ikatan perkahwinan. Ia adalah satu “reaksi berantai” kepada semua yang ada ikatan dengan kita. Agar semuanya bergantung dengan ALLAH semata. Jangan kita bergantung dengan selain-Nya.

Makhluk yang terhubung atas nama suami, isteri, ibu, bapa, anak, adik, abang, kakak, saudara, sahabat atau apa sahaja akhirnya akan pergi jua. Sesungguhnya, perpisahan adalah cara Allah “mencantas” pergantungan hati kita dengan yang bernama suami, isteri, ibu, bapa, anak dan saudara.

Hakikatnya saat itu pasti tiba. Mati boleh terjadi bila-bila. Ketika itu jika hati tidak bersedia… pedih dan sakitnya tentu terlalu. Mungkin hilang kewarasan, mungkin luntur semangat, kecewa untuk meneruskan hidup. Dan paling khuatir, terhakis iman, tercalarnya tauhid.

Sayang… bergantunglah pada Allah kerana hubungan kita dengan-Nya tidak akan dipisahkan istilah janda, duda dan yatim. Sedangkan hubungan kita sesama manusia tidak dapat tidak, pasti diputuskan oleh MATI. Justeru… anggaplah perpisahan ini satu persediaan untuk menghadapi saat mati yang sudah pasti datang.

Syukur … kerana dahulu pernah aku terlintas, bagaimana nanti kalau kalau salah seorang daripada kita dipanggil pulang oleh Allah? Apakah ketika itu hati akan redha? Ah, lantaran benci merasainya, fikiran dikunci daripada memikirkannya…. Padahal itu sudah pasti. Oh! Tuhan, benci betul rupanya kita kepada mati.

Angkuh betul kita dengan ‘milik’ pinjaman Allah ini. Seolah-olah isteri, suami, anak-anak dan lain-lain itu benar-benar kepunyaan kita. Terlalu berat untuk memulangkannya. Sebab ‘memulangkannya’ bererti berpisah!

Tidak sanggup kita “pulangkan” kembali bila tarikh pulangnya sudah tiba. Kini, alhamdulillah, pinjaman itu dipinta kembali oleh Allah buat sementara… aku diserahkan kembali olehmu, dan kau diserahkan kembali olehku kepada-Nya.

Didikan ini sangat mahal harganya. Inilah intipati iman kita kepada satu ayat Quran yang sangat pendek:
“Sesungguhnya kita kepunyaan Allah, dan kepada Allah kita akan dikembalikan.”
Bersedialah untuk menghadapi yang terburuk akibat perpisahan ini. Namun jangan sekali-kali terputus dari berharap sesuatu yang terbaik.

Doaku dan doamu pasti dicelahi oleh rasa bimbang takut-takut tidak diperkenankan tetapi padamkanlah segalanya dengan satu keyakinan bahawa ia pasti diperkenankan. Amin. Yang penting… bukan diperkenankan atau tidak, tetapi semoga Allah tingkatkan kesabaran, keimanan dan tawakal kita menghadapi apa jua takdir-Nya.

Isteriku, jangan dipinta ringankan ujian, tetapi pintalah ‘beratnya’ iman untuk menghadapi ujian itu!... . . .suxses teman-teman.!!!!

 

 
cinta yang hakiki powered by blogger.com
Design by Simple Diamond Blogger Templates